.-.
Kemanapun kau pergi ia ada untukmu
Mata awan yang penuh cinta putih mencerahkan biru langit harapan
Cucianku bakal kering
Petani tembakau bisa panen raya
Harga sawit bakal melonjak
Petani karet takkan kerepotan
Anak-anak bisa bermain dengan riang
Pedagang es bisa ceria, menghidupi anak isterinya
Para pelancong bermain air laut sambil sesekali membuat istana pasir
Menikmati hembusan angin pantai
Para turis mandi cahya matahari
Para pendaki menikmati aroma daun pegunungan
Merasakan keriangan sang waktu dalam pencerahan
Untukmu awan putih yang telah mewarnai birunya langit
Pujangga merajuk di penghujung untaian puisinya
Mampukah engkau memutihkan hati penguasa cinta?
Demi suatu pencerahan
Putihkanlah kehitamanku atas negasi keterpurukan segumpal hati
Saat di malam sunyi menghentak kalbu, aku sebut sebuah nama
Siap untuk dipertaruhkan dalam peleburan bijian hati masa depan.
._.
Bnk, 15/09/2011
Tampilkan postingan dengan label langit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label langit. Tampilkan semua postingan
Senin, 19 September 2011
Senin, 16 November 2009
Air Langit
butiran halus lembut perlahan menetes. jemari langit gemetar lagi, merayapi dada pegunungan.
hembusan bayu mengusap wajah pias. daun-daun berpelukan.
di ubun-ubun bumi, langit mencurahkan hasratnya.
pelan menyesap akar. kokohkan pohon hidup.
menegak langit. melentur.
mengalir pasti.
selusuri tiap kelokan sungai. genangi danau multi karya.
hembusan bayu mengusap wajah pias. daun-daun berpelukan.
di ubun-ubun bumi, langit mencurahkan hasratnya.
pelan menyesap akar. kokohkan pohon hidup.
menegak langit. melentur.
mengalir pasti.
selusuri tiap kelokan sungai. genangi danau multi karya.
Langganan:
Postingan (Atom)