bumiku lahir dari berkah langit
dalam keharuman air hujanmu
tubuh-tubuh berbiak rupa,
melahap maknamu
kaya akan cita rasa
karyak-karya berceceran
bahkan tanpa judul
kini, tiba saatnya ia menyatu
bergerombol dalam bandulan kertas
berbaur diantara noda dan tinta
termaktub di kitab sepenggal zaman
kasih puitismu abadi
bangka, 23 april 2011
by: era zulkarnain radzu
Tampilkan postingan dengan label air langit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label air langit. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 23 April 2011
only my beloved earth
Senin, 16 November 2009
Air Langit
butiran halus lembut perlahan menetes. jemari langit gemetar lagi, merayapi dada pegunungan.
hembusan bayu mengusap wajah pias. daun-daun berpelukan.
di ubun-ubun bumi, langit mencurahkan hasratnya.
pelan menyesap akar. kokohkan pohon hidup.
menegak langit. melentur.
mengalir pasti.
selusuri tiap kelokan sungai. genangi danau multi karya.
hembusan bayu mengusap wajah pias. daun-daun berpelukan.
di ubun-ubun bumi, langit mencurahkan hasratnya.
pelan menyesap akar. kokohkan pohon hidup.
menegak langit. melentur.
mengalir pasti.
selusuri tiap kelokan sungai. genangi danau multi karya.
Langganan:
Postingan (Atom)