Berlalu dalam keterasingan
Ketika bilur-bilur itu mulai melebam di bahu dan punggung
Namun kaki masih, masih terus mau menapak demi pijakan keyakinan
Setapak demi setapak harapan yang terus dikejar
Sekalipun debu dan butiran pasir panas melepuhkan mata kaki
Sekalipun matahari membakar wajah
Terus meyakini setiap hembusan nafasmu yang rindu
Untuk segera kembali ke pelukanmu.
bagi pemeluk yang teguh, padamu aku berikan doa
Semoga dapatkan apa yang engkau yakini selama ini,
aamiin.
Tampilkan postingan dengan label rindu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rindu. Tampilkan semua postingan
Selasa, 06 September 2011
Selasa, 31 Mei 2011
embun
kabut yang menebal di atas rumputan
kaukah itu?
kaukah itu?
Selasa, 10 November 2009
hatiku hatimu
ketika hati membuncah seiring petikan gitar musisi romantik, dia tersenyum mesra pada dunia. ketika hati menelikung melodi kangen, not-not menjadi lunglai, terperanah pada rindu yang gemetar,; padu harmoni sinergi gesekan biola mengalun syahdu memberanai ; suara dan nyanyian itu menelusup ke jantung asmara. hatimu masihkah ada hati?. hatiku, hatimu. saat berpadu kasih seakan dunia tanpa batas.
Langganan:
Postingan (Atom)